Pada hari Proklamasi Kemerdekaan, teks ini dibacakan oleh Sukarno didampingi Mohammad Hatta pada Jumat, 17 Agustus 1945 pukul 10.00 di serambi depan rumah Soekarno, Jalan Pegangsaan Timur Nomor 56, Djakarta (sekarang Jalan Proklamasi Nomor 5, Jakarta Pusat). Setelah pembacaan proklamasi, bendera pusaka merah-putih dikibarkan untuk pertama
Abstract. Artikel ini mengkaji puisi Tamim al-Barghouti yang berjudul "Ayyuha an-Naas". Penelitian ini menerapkan metode penelitian kualitatif deskriptif dan menggunakan teori semiotika yang

1. Perwajahan Puisi (tipografi): bentuk format suatu puisi, berupa pengaturan baris, tepi kanan-kiri, halaman yang tidak dipenuhi kata-kata. 2. Diksi: pilihan kata seorang penyair dalam mengungkapkan puisinya. 3. Imaji: susunan kata dalam puisi, yang mengungkapkan pengalaman indrawi sang penyair (pendengaran, penglihatan, dan perasaan).

Puisi 4. Pemuda Sebagai Harapan Bangsa. Engkaulah sebagai tonggak kemajuan dan mundurnya suatu negara di masa yang akan mendatang. Suatu kemajuan bangsa ini, tergantung kepada pemuda itu sendiri yang betul-betul untuk mewujudkan cita-cita yang besar bagi kemajuan negara dan bangsa di masa mendatang. .
  • ihr2tuwglm.pages.dev/303
  • ihr2tuwglm.pages.dev/21
  • ihr2tuwglm.pages.dev/118
  • ihr2tuwglm.pages.dev/189
  • ihr2tuwglm.pages.dev/268
  • ihr2tuwglm.pages.dev/418
  • ihr2tuwglm.pages.dev/334
  • ihr2tuwglm.pages.dev/423
  • puisi persatuan dan kesatuan 4 bait